Powered By Blogger

Cari disini

Bukan Sarjana Headline Animator

Orgasme, Bikin Wanita Makin Sehat!

Orgasme, Bikin Wanita Makin Sehat!
Sabtu, 14 Maret 2009 | 16:42 WIB

KOMPAS.com — Anda, para wanita yang kerap melakukan hubungan seksual, dikatakan lebih sehat atau tidak mudah sakit. Bahkan karier pun bakal menanjak karenanya.

"Ada syaratnya, tentu saja," kata psikolog, Lisa Turner. Anda harus benar-benar mengalami orgasme. Orgasme yang tepat, kata Lisa, akan meningkatkan energi Anda.

Sayang, sebuah penelitian menunjukkan, 28 persen wanita jarang atau bahkan tidak pernah mengalami orgasme (full orgasm). Padahal, lanjut Lisa, orgasme akan membantu meningkatnya kesehatan dan konsentrasi Anda. Akibatnya, performa bekerja menjadi makin baik.

Lisa yakin "Anda akan merasakan makin sehat dan berenergi." Lisa yang juga mengajar tentang perihal "Cinta" mengatakan, setidaknya ada empat tipe orgasme.

Orgasme klitoral
Di masa lalu, kita tidak tahu bahwa wanita butuh stimulasi klitoris agar mencapai orgasme. Sekarang, rangsangan atas organ ini sering kali digunakan agar wanita mencapai orgasme.

Orgasme vaginal
Tipe ini melibatkan area yang disebut G-spot dan bagian-bagian sensitif lainnya yang berada di dalam vagina. Orgasme ini sangat berbeda dan secara fisik bisa terasa makin intens tergantung kemampuan pasangan memainkan perannya. Tapi yang jelas, saat Anda mencapainya, energi Anda bukannya menurun, malahan meningkat.

Orgasme multipel
Saat satu serial hubungan seksual berlangsung Anda mendapatkan dan merasai puncak-puncak kenikmatan (orgasme) beberapa kali seperti untaian mutiara yang berjejer, itulah yang disebut multipel orgasme.

Orgasme seluruh tubuh

Memang sangat jarang dialami sebagian besar wanita. Bukan karena sulit dicapai. Dengan latihan yang tepat, wanita, bahkan pria, dapat merasakannya. Kata Lisa, ini dapat berlangsung hingga 30 menit, meski beberapa menit juga bisa.

Yang penting untuk diingat, kata Lisa, trauma masa lalu dan ketidakmampuan kita untuk melepas segala pikiran tentang pekerjaan, hubungan dengan teman, keluarga, dan masalah lain menjadi hambatan paling berarti untuk mencapai orgasme. Karena itu, lepaskanlah dan nikmatilah hingga Anda betul-betul orgasme.


ABD
Sumber : The Sun

Mengapa Pria dan Wanita Menikah?

Mengapa Pria dan Wanita Menikah?
Minggu, 15 Maret 2009 | 09:04 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Evy Rachmawati

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah menjalin asmara sekian lama, banyak pasangan yang memutuskan untuk melanjutkan hubungan itu ke jenjang pernikahan.

Berikut beberapa alasan yang bisa disebut menurut dr Putu G Kayika, Staf Pengajar Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo.

1. Sosiokultural yaitu mengikuti pandangan umum yang mengharuskan setiap orang untuk menikah.
2. Psikologis yaitu sifat dasar manusia sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri.
3. Dorongan seksual untuk berhubungan intim, membuat anak, dan membentuk keluarga. Hubungan seks ini tentu saja untuk memenuhi tuntutan dorongan seksual sebagai sepasang manusia normal.

Seks Terganggu, Jangan Saling Menyalahkan!

Seks Terganggu, Jangan Saling Menyalahkan!
Minggu, 15 Maret 2009 | 09:27 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Evy Rachmawati

JAKARTA, KOMPAS.com — Gangguan seksual bisa terjadi pada pria dan wanita, sebabnya bisa fisik, bisa psikis. Menyelesaikan secara bersama tanpa saling menyalahkan merupakan kunci penyelesaian.

Karena itu, bila ada masalah seksual, sebaiknya dikomunikasikan dengan pasangan agar satu sama lain bisa saling memahami.

"Jangan menyalahkan pasangan yang pada awalnya merupakan penyebab masalah tersebut, kata dr. Putu G Kayika, Staf Pengajar Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo di Jakarta, Sabtu (14/3).

Pada pria, gangguan seksual yang terjadi antara lain rendahnya dorongan seksual, disfungsi ereksi, gangguan ejakulasi baik ejakulasi dini maupun ejakulasi terhambat, serta gangguan orgasme.

Pada perempuan, masalah seksual yang dialami antara lain gangguan dorongan seksual, gangguan bangkitan seksual atau sulit terangsang, gangguan orgasme, dan gangguan sakit seksual atau rasa nyeri pada organ intim saat berhubungan intim.

Putu menyarankan agar pasangan suami-istri yang mengalami gangguan seksual tidak membiarkan masalah itu berlarut-larut, berharap akan hilang atau sembuh dengan sendirinya.

"Jangan lakukan cara atau pengobatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Jadi, bila menemui masalah seksual, sebaiknya segera berkonsultasi dengan ahlinya," ujarnya menegaskan.